KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR YANG MENDUSTAKAN RASULULLAH SAW. DI DUNIA DAN AKHIRAT
فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙ
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad), 36
عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok? 37
اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ
Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui. 39
فَلَآ اُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوْنَۙ
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu, 40
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan. 41
فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَۙ
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, 42
يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ سِرَاعًا كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), 43
خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. 44
Sebab Turunnya Ayat (38)
Sebab turun ayat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ para mufassir
berkata, "Orang-orang musyrik berkumpul
di sekitar Nabi, mendengarkan ucapan
beliau, tetapi mereka tidak bisa mengambil
manfaatnya. Mereka justru mendustainya,
mengejeknya dan berkata, "fika mereka
masuk ke surga, Kami akan masuk ke surga
sebelum mereka. Bagian kami di surga adalah
lebih banyak daripada mereka",lalu Allah menurunkan ayat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ ini adalah bacaari jumhur ulama.
Tafsir dan Penjelasan
فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙ
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad), 36
عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok? 37
Bagaimana mereka, orang-orang kafir itu
di sekelilingmu, wahai Nabi, mengapa mereka
bergegas menuju kekufuran, pendustaan dan
mengejekmu? Mereka, di samping kanan dan
di samping kiri Nabi berkelompok-kelompok,
terpecah-pecah, berlari dari Nabi, memisahkan
diri darinya. Sebagaimana firman Allah SWT,
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? 49
كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, 50
فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ
lari dari singa. 51
Ada yang mengatakan مُهْطِعِيْنَۙ adalah
memanjangkan leher mereka, lama melihatmu.
Kemudian, Allah menghina dengan keras
atas keinginan mereka terhadap surga, membuat mereka putus asa masuk surga, Allah SWT
berfirman,
اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
Apakah mereka -orang-orang musyriksementara keadaan mereka mengufuri, mendustakan, dan lari dari Rasulullah serta menjauh
dari kebenaran, berharap masuk surga (yang
penuh) kenikmatan? Tidah justru tempat
tinggal mereka adalah neraka Jahannam, sebagaimana firman Allah SWT
كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ
Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui. 39
Sekali-kali tidak, tidakada harapan mereka
masuk surga. Kami menciptakan mereka dari
air mani yang lemah, sebagaimana firman
Allah, al-Mursalaat: 20
اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۙ
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),
Ini adalah ketetapan terjadinya hari
Kiamat dan adzab terhadap mereka yang
mengingkari kejadiannya dan menganggap
aneh keberadaannya dengan dalil adanya
penciptaan peftama atau permulaan yang
mereka kenal. Pengulangan dalam menciptakan
manusia adalah lebih mudah daripada awal
membuatnya. Adapun kaiannya dengan Allah
Sffi penciptaan pertama kali dan pengulangan
penciptaan adalah sama. Karena mereka
diciptakan dari sesuatu yang lemah, mereka
adalah lemah dan tidak semestinya takabur.

"Ahmad,Ibnu Majah dan lbnu Sa'ad meriwayatkanbahwa Rasulullah saw. membaca ayat فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙsampai كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ kemudian b eliau meludah di tehp ak tanganny a dan meletakkannya pada jari jemarinya dan bersabda, "Allah SWI berfirman, "Wahai anak Adam, bagaimana lamu bisa mengahhkanku, sementara Aku menciptakantnu dari barang seperti ini?, sampai ketika Aku meny empurnakan p enciptaanrnu, melurusl<anmu, lalu lamu berjalan di antara dua pos, bumi bagimu kokoh dipijah kamu mengumpulkan har ta, menahan untuk meny edelahlanny a. S amp ai ketilca nyawa di kerongkongan kamu katakan, 'Aku alan bersedelcah", bagaimana waktu sedekah selarangini?"Kemudian, Allah mengingatkan mereka
dengan kebinasaan jika mereka selalu dalam
kekufuran, mengancam mereka untuk menciptakan makhluk lain sebagai ganti mereka
supaya mereka beriman, Allah SWT berfirman,
فَلَآ اُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوْنَۙ
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu, 40
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan. 41
Aku bersumpah dengan tempat terbit matahari, bulan, dan planet-planet juga tempat
tenggelamnya di setiap hari dari hari-hari
dalam setahun, bahwa Kami akan menciptakan
makhluk yang lebih baik daripada mereka,
lebih taat kepada Allah daripada orang yang
sezaman mereka. Kami binasakan mereka
dan tidak ada yang mengalahkan Kami. Kami
tidak bisa dikalahkan iika Kami menghendaki
hal itu. Kami melakukan apa yang Kami
inginkan, tetapi keinginan dan kebijaksanaan
Kami menghendaki Kami menangguhkan
penyiksaan mereka.
Ini dalil mengenai kesempurnaan kekuasaan Allah untuk mencipakan dan meniadakan dengan ditegaskan dengan sumpah dan bahwasanya tidak ada sesuatu pun dari yang mungkin, mampu mengalahkannya. Ini adalah penghinaan )xang keras pada mereka, peringatan atas kontradil<si ucapan mereka. Di mana mereka mengingkari kebangkian, kemudian berharap masuk surga. Mereka mengakui bahwa Allah Pencipta langit dan bumi dan menciptakan mereka dari barang yang mereka ketahui, kemudian mereka tidak mengimani bahwa Allah
berkuasa menciptakan mereka lagi.
Kdmudian, Allah memerintahkan rasulNya agar berpaling dari mereka sampai hari
kebangkitan sebagai penambah ancaman itu.
Allah berfirman,
فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَۙ
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, 42
biarkanlah mereka berbicara dalam kebatilan mereka, bermain-main di dunia merek4
membangkang dan mendustakan, mengufu ri dan
mengingkari hari kebangkitan, sampai mereka
menjumpai hari Kiamat dan kegentingan-kegentingan yang ada di dalamnya. Lalu, mereka
mencicipi akibat kehancurannya. Mereka dibalas
sesuai dengan apa,rang mereka kerjakan.
Di antara keadaan-keadaan mereka pada
hari ini adalah,
يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ سِرَاعًا كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), 43
Ingatlah hari di mana mereka bangkit
dari kubur karena seruan Tuhan Yang Maha
Esa untuk menuju ke tempat hisab, sembari
bergegas, berebutan, seperti mereka -dalam
bergegas ke tempat itu- di dunia berlarilari atau bersegera menuju ke sesuatu
yang ditancapkan, bendera atau panji. Yang
dimaksud dengan nushub adalah segala
sesuatu yang ditancapkan, lalu disembah
sebagai sembahan selain Allah. Firman-Nya ) يُّوْفِضُوْنَۙ artinya bergegas dan berlomba-lomba
menuju ke situ.
خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. 44
Pandangan-pandangan mereka hina
dan hancur. Mereka ditutupi oleh kehinaan
yang dahsyat karena kegentingan siksa
yang menghadang mereka sebagai imbalan
kesombongan mereka untuk taat di dunia.
Itu adalah hari yang mencakup kegentingankegentingan yang besax, yaitu hari yang mana
mereka diancam oleh Allah, diperingkatkan
dengan keras. Mereka akan menemuinya.
Mereka selalu mendustakannya. Seandainya
mereka mengimaninya, mereka akan selamat
dari siksa.
Hari Kiamat itu diungkapkan dengan
bentuk madhi (masa lampau) karena apa yang
dijanjikan oleh Allah akan datang dengan pasti.
Mufradaat Lu€hawffiah
قِبَلَكَ sekitarmu, arahmu. مُهْطِعِيْنَۙ bersegera, memandang lama sekali ke arahmu. عِزِيْنَ adalah kelompok-kelompok yang
tersebar-seba[ berkelompok, jamak dari
kata (عزة). Asalnya adalah (عزوة) dari kata العزو. Seakan-akan setiap kelompok merasa
agung dan berafiliasi pada selain kelompok
yang dibanggakan oleh yang lain. Kelompok
itu mandiri dengan pendapat sendiri. Kata عِزِيْنَ adalah termasuk kata manqusft (huruf
ketiganya/lam f il dibuang) yang boleh
dijamakkan dengan wawu dan nun sebagai
ganti dari kata yang dibuang, seperti kata عضين.
اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ sebagai bentuk pengingkaian pada ucapan mereka, "Kalau apa
yang diucapkan oleh Muhammad benax, kami
di surga pasti lebih utama daripada mereka
sebagaimana keadaan di dunia." Kata كَلَّاۗ adalah sanggahan keras kepada mereka
karena tamak pada surga.اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ Kami menciptakan mereka dan orang-orang
selain mereka dari tetesan air mani yang hina.
Barangsiapa yang tidak menyempurnakan
dirinya dengan iman dan ketaatan, tidak
berakhlak dengan akhlak para malaikat, dia
tidak berhak masuk surga.
فَلَآ اُقْسِمُ Aku bersumpah, sedang (لَآ)
adalah zaidah (tambahan). بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغٰرِبِ matahari, bulan dan semua planet-planet, عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ Kami membinasakan
mereka lalu mendatangkan dengan makhluk
yang lebih baik daripada mereka, atau Kami
mendatangkan pengganti mereka. بِمَسْبُوْقِيْنَ lemah atau kalah. (فذرهم) tinggalkanlah mereka.
يَخُوْضُوْا mereka berbicara mengenai kebatilan
mereka. وَيَلْعَبُوْا bermain-main di dunia mereka. حَتّٰى يُلٰقُوْا sampai mereka menjumpai. الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ. apa yang mereka dijanjikan pada hari
itu, yaitu siksa.
الْاَجْدَاثِ adalah kuburan-kuburan, jamak
dari سراعا. جدث Bergegas ke padang mahsan
jamak dari kata سريع. fata نُصُبٍ adalah jamak
dari نصب. انصاب adalah segala sesuatu yang
ditancapkan. Seperti bendera atau panji. Yang
dimalsud di sini adalah apa yang ditancapkan
untuk disembah. يُّوْفِضُوْنَۙ mereka bergegas. خَاشِعَةً hina, hancur. تَرْهَقُهُمْ mereka ditutupi. ذٰلِكَ الْيَوْمُ hari Kiamat.
Balaaghah
Kalimat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ aaatah istifhaam
inkaari fbentuk peranyaan pengingkaran),
untuk mencaci dan menghina dengan menyakitkan.
كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ adalah kinayah d,ari
air mani, dengan pengungkapan yang bersih
dan peringatan yang bagus.
كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ tarybih mursal muimal.
Dalam tarybih ini ada pengejekan kepada
mereka, sindirian kerendahan akal mereka
dan pembodohan terhadap mereka karena
beribadah kepada selain Allah.
Qlraa'aat
نُصُبٍ Hafsh dan Ibnu Amir membaca نُصُبٍ sedang ulama lain membaca نَصْبٍ.
l'raab
فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ.
Kata مَا dalah posisi rafa' sebagai mubtada'.
Khabarnya kata الَّذِيْنَ sedang kata كَفَرُوْا adalah shilah dari الَّذِيْنَ. Kata قِبَلَكَ adalah
zharafmakaan, dalam posisi sebagai haal dari
dhamir yang ada pada كَفَرُوْا atau dari rsim
yang diTarkan.الَّذِيْنَ artinya orang-orang yang
menuju ke arahmu. مُهْطِعِيْنَۙ adalah haalsetelah
haal. Kata عِزِيْنَ adalah haal dari dhamir
yang ada pada مُهْطِعِيْنَۙ atau pada kata الَّذِيْنَ.
Kalimat عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ termasuks/rrlah dari kata عِزِيْنَ. Kata عِزِيْنَ adalah bentuk jamak dari عزة. Aslinya adalah عزوة atau عزهة seperti سنة kemudian lamnya (huruf ketiga) dibuang dibuat dalam bentuk jamak dengan wawu dan nun sebagai ganti dari kata yang
dibuang seperti سنون.
اِنَّا لَقٰدِرُوْنَۙ عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَkata عَلٰٓى dalam posisi nashab, berta' alluq dengan
kata قٰدِرُوْنَۙ. Kalimat ونُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ, Taqdirnya نُّبَدِّلَ خَيْرً مِّنْهُمْۙ (Kami akan mengganti mereka
dengan yang lebih baik dari mereka). Maf'ul
yang pertama dibuang, iuga huruf jar pada
maf'ul yang kedua.
يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ سِرَاعًا<aa يَوْمَ aa"Un badal dari firman-ltya يَوْمَهُمْۙ pada firmanNya: حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ Artinya sampai mereka menjumpai hari di mana mereka dikeluarkan. Kata سِرَاعًا adalah haal dari wawu pada يَخْرُجُوْنَ.
Demikian juga firman-Nya كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ. adalah haal dari dhamir يَخْرُجُوْنَ Kalimat خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ adalah haal dari wawu
pada kata يُّوْفِضُوْنَۙ demikian juga kalimat تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ Ta q d i rny aa dal a h ذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَهُ. Maf'ul yang kembali pada isim maushul الَّذِيْ dibuang demi meringankan, sebagaimana firman-Nya وَاِذَا رَاَوْكَ اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ بَعَثَ اللّٰهُ رَسُوْلًا"Inikah orang yang diutus oleh Allah sebagai rasul?" (al-Furqan: 41) Artinya بَعَثَهُ. Kata ذٰلِكَ adalah mubtuda'sedang kata sesudahnya adalah khabar. Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal
sebagai berikut
1. AllahSWTmengingkariorang-orangkafir
di sekitar Nabi karena mereka bergegas
menuju kekafiran dan mendustakan
risalah Nabi serta mengejeknya. Bagaimana mereka bergegas menuju Nabi
dan duduk di sekitarnya sementara
mereka tidak mengamalkan perintahperintahnya? Mereka tampak di sisi
kanan dan sisi kiri Nabi berkelompokkelompok, bergerombol terpencar.
2. Kemudian Allah mengingkari mereka
karena kontradiksi ucapan dan sikap
mereka. Mereka mendustakan risalah
Nabi saw., menghina para sahabatnya,
mengingkari hari kebangkitan, kemudian
berkata, "fika mereka masuk surga, kita
akan masuk ke surga itu sebelum mereka.
fika mereka diberi satu bagian dari surga,
kita akan diberikan yang lebih banyak,"
Lalu Allah membalas mereka dengan
firman-Nya,
اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
Mereka mengingkari hari kebangkitan.
Bagaimana mereka menginginkan masuk
surga?
3. Allah membuat mereka putus asa untuk
masuk surga. Dia mengabarkan bahwa
mereka tidak akan masuk ke dalamnya
karena kesombongan mereka. Mereka
mengetahui bahwa mereka diciptakan dari
setetes air mani kemudian dari segumpal
darah, kemudian dari segumpal daging
sebagaimana Dia menciptakan jenis mereka yang lain. Mereka tidak pantas untuk
sombong. Mereka tidak mempunyai keutamaan yang menyebabkan mereka berhak
masuk surga. Surga bisa diraih dengan
keimanan, amal saleh, dan rahmatAllah.
Diriwayatkan bahwa Mutharraf bin
Abdullah bin asy-Syakhir melihat AlMahlab bin Abi Shafrah bersikap sombong
dengan memakai selendang dari sutra
dan jubah dari sutra. Lalu Mutharraf
berkata kepadanya, "Wahai hamba Allah,
apa-apaan dengan gaya berjalan yang
dimurkai Allah?" Lalu al-Mahlab berkata,
'Apakah kamu mengetahuiku? Al-Mahlab
berkata, "Ya, mula-mula kamu adalah air
mani yang rusah akhirnya kamu menjadi
bangkai yang kotor. Di antara itu kamu
membawa kotoran." Lalu, al-Mahlab pergi
dan tidak berjalan dengan bergaya.
4. Allah bersumpah untuk membuktikan hari
kebangkitan dan menyanggah orang-orang
musyrik yang mengingkarinya dengan tempat-tempat terbit maAhari dan tempattempat terbenamnya. Dia Mahaliuasa unhrk
membinasakan mereka dan menghilangkan
mereka lalu mendatangkan yang lebih baik
dari mereka dalam keutamaan, ketaatan'dan
kekayaan. Tidak ada yang tertinggal dari-Nya,
tidak ada sesuatu yang mengalahkan-Nya
jika Dia menghendaki. Pergantian ini tidak
terjadi.Dia hanya mengancam kaum dengan
hal itu supaya mereka beriman.
5. Allah mengancam orang-orang musyrik
dan mengancam mereka dengan siksa
pada hari Kiamat, sembari memerintah
Nabi-Nya agar membiarkan mereka
tenggelam dalam kebatilan mereka,
bermain dengan dunia mereka dalam
bentuk ancaman. Hendaklah Nabi sibuk
dengan apa yang diperintahkan untuknya,
tidak perlu mempedulikan kemusyrikan
mereka. Pada suatu hari, mereka akan
menjumpai apa diianjikan kepada mereka.
6. Allah menyifati keadaan orang-orang
musyrik pada hari kebangkitan bahwa
mereka ketika mendengar teriakan
untuk menyambut Yang Memanggil,
maka mereka segera keluar dari kubun sebagaimana mereka di dunia bergegas
dan berlomba-lomba menuiu nushub,
yakni segala sesuatu yang ditancapkan
lalu diiadikan sembahan selain Allah.
Allah juga menyifati mereka bahwa
pandangan-pandangan mereka meniadi hina dan tertunduk. Mereka tidak
mengangkatnya karena mereka menunggu siksa Allah. Mereka ditutupi kehinaan
dan kenistaan.
7. Sesungguhnya hari itu, yakni hari Kiamat
yang di dalamnya orang-orang kafir mempunyai sifat seperti itu, adalah hari yang
mana mereka telah diancam di dunia
bahwa mereka mendapatkan siksa. Ancaman Allah pasti terjadi.
{ فمال الذين كفروا قبلك } نحوك { مهطعين } حال أي مديمي النظر
36. (Mengapakah orang-orang kami itu ke arahmu) menuju kepadamu (dengan bersegera) lafal muhthi`iina berkedudukan sebagai hal atau kata keterangan keadaan, yakni mereka selalu menatapkan pandangannya ke arahmu secara terus-menerus.
{ عن اليمين وعن الشمال } منك { عزين } حال أيضا أي جماعات حلقا حلقا يقولون استهزاء بالمؤمنين : لئن دخل هؤلاء الجنة لندخلنها قبلهم قال تعالى :
37. (Dari kanan dan dari kiri) dari sebelah kananmu dan sebelah kirimu (dengan berkelompok-kelompok) secara bergerombol dan membentuk lingkaran di sekitarmu. Mereka berbuat demikian seraya mengatakan dengan nada mengejek, "Sungguh jika mereka, yakni orang-orang yang beriman, masuk ke dalam surga, niscaya kami benar-benar akan masuk ke dalamnya sebelum mereka." Maka Allah berfirman:
{ أيطمع كل امرئ منهم أن يدخل جنة نعيم }
38. ("Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan?")
{ كلا } ردع لهم عن طمعهم في الجنة { إنا خلقناهم } كغيرهم { مما يعلمون } من نطف فلا يطمع بذلك في الجنة وإنما يطمع فيها بالتقوى
39. (Sekali-kali tidak!) kalimat ini merupakan sanggahan terhadap mereka yang ingin masuk surga, padahal mereka kafir. (Sesungguhnya Kami ciptakan mereka) sama dengan selain mereka (dari apa yang mereka ketahui) yakni dari air mani; maka tidak cukup hanya dengan itu mereka mengharapkan surga, karena sesungguhnya surga itu hanya dapat diharapkan bagi orang-orang yang bertakwa.
{ فلا } لا زائدة { أقسم برب المشارق والمغارب } للشمس والقمر وسائر الكواكب { إنا لقادرون }
40. (Maka) huruf laa di sini adalah huruf zaidah (Aku bersumpah dengan nama Rabb yang memiliki arah timur dan arah barat) yang memiliki matahari, bulan dan bintang-bintang lainnya (sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.)
{ على أن نبدل } نأتي بدلهم { خيرا منهم وما نحن بمسبوقين } بعاجزين عن ذلك
41. (Untuk mengganti) mereka (dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan sekali-kali Kami tidak dapat dikalahkan) tidak ada yang dapat mengalahkan Kami dalam hal ini.
{ فذرهم } اتركهم { يخوضوا } في باطلهم { ويلعبوا } في دنياهم { حتى يلاقوا } يلقوا { يومهم الذي يوعدون } فيه العذاب
42. (Maka biarkanlah mereka) tinggalkanlah mereka (tenggelam) dalam kebatilan (dan bermain-main) dalam keduniaan (sampai mereka menjumpai) menemui (hari yang diancamkan kepada mereka) yang pada hari itu ada azab bagi mereka.
{ يوم يخرجون من الأجداث } القبور { سراعا } إلى المحشر { كأنهم إلى نصب } وفي قراءة بضم الحرفين شيء منصوب كعلم أو راية { يوفضون } يسرعون
43. (Yaitu pada hari mereka keluar dari kubur) dari tempat-tempat mereka dikubur (dengan cepat) menuju ke padang Mahsyar tempat mereka dihimpunkan (seakan-akan mereka pergi kepada berhala-berhala) menurut suatu qiraat dibaca nushubin, artinya sesuatu yang dibangun untuk pertanda atau tugu, yang dimaksud adalah berhala-berhala (dengan cepatnya) mereka pergi dengan cepat seakan-akan pergi kepada berhala-berhala mereka.
{ خاشعة } ذليلة { أبصارهم ترهقهم } تغشاهم { ذلة ذلك اليوم الذي كانوا يوعدون } ذلك مبتدأ وما بعده الخبر ومعناه يوم القيامة
44. (Dalam keadaan hina) atau nista (pandangan mereka karena diliputi) diselimuti (oleh rasa hina. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka) lafal dzaalika menjadi mubtada, dan lafal-lafal sesudahnya berkedudukan menjadi khabarnya; makna yang dimaksud adalah hari kiamat.