KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR YANG MENDUSTAKAN RASULULLAH SAW. DI DUNIA DAN AKHIRAT
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad), 36
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok? 37
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui. 39
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu, 40
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan. 41
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, 42
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), 43
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. 44
Sebab Turunnya Ayat (38)
Sebab turun ayat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ para mufassir berkata, "Orang-orang musyrik berkumpul di sekitar Nabi, mendengarkan ucapan beliau, tetapi mereka tidak bisa mengambil manfaatnya. Mereka justru mendustainya, mengejeknya dan berkata, "fika mereka masuk ke surga, Kami akan masuk ke surga sebelum mereka. Bagian kami di surga adalah lebih banyak daripada mereka",lalu Allah menurunkan ayat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ ini adalah bacaari jumhur ulama.
Tafsir dan Penjelasan
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad), 36
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok? 37
Bagaimana mereka, orang-orang kafir itu di sekelilingmu, wahai Nabi, mengapa mereka bergegas menuju kekufuran, pendustaan dan mengejekmu? Mereka, di samping kanan dan di samping kiri Nabi berkelompok-kelompok, terpecah-pecah, berlari dari Nabi, memisahkan diri darinya. Sebagaimana firman Allah SWT,
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? 49
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, 50
lari dari singa. 51
Ada yang mengatakan مُهْطِعِيْنَۙ adalah memanjangkan leher mereka, lama melihatmu. Kemudian, Allah menghina dengan keras atas keinginan mereka terhadap surga, membuat mereka putus asa masuk surga, Allah SWT berfirman,
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
Apakah mereka -orang-orang musyriksementara keadaan mereka mengufuri, mendustakan, dan lari dari Rasulullah serta menjauh dari kebenaran, berharap masuk surga (yang penuh) kenikmatan? Tidah justru tempat tinggal mereka adalah neraka Jahannam, sebagaimana firman Allah SWT
Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui. 39
Sekali-kali tidak, tidakada harapan mereka masuk surga. Kami menciptakan mereka dari air mani yang lemah, sebagaimana firman Allah, al-Mursalaat: 20
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),
Ini adalah ketetapan terjadinya hari Kiamat dan adzab terhadap mereka yang mengingkari kejadiannya dan menganggap aneh keberadaannya dengan dalil adanya penciptaan peftama atau permulaan yang mereka kenal. Pengulangan dalam menciptakan manusia adalah lebih mudah daripada awal membuatnya. Adapun kaiannya dengan Allah Sffi penciptaan pertama kali dan pengulangan penciptaan adalah sama. Karena mereka diciptakan dari sesuatu yang lemah, mereka adalah lemah dan tidak semestinya takabur.
"Ahmad,Ibnu Majah dan lbnu Sa'ad meriwayatkanbahwa Rasulullah saw. membaca ayat فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙsampai كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ kemudian b eliau meludah di tehp ak tanganny a dan meletakkannya pada jari jemarinya dan bersabda, "Allah SWI berfirman, "Wahai anak Adam, bagaimana lamu bisa mengahhkanku, sementara Aku menciptakantnu dari barang seperti ini?, sampai ketika Aku meny empurnakan p enciptaanrnu, melurusl<anmu, lalu lamu berjalan di antara dua pos, bumi bagimu kokoh dipijah kamu mengumpulkan har ta, menahan untuk meny edelahlanny a. S amp ai ketilca nyawa di kerongkongan kamu katakan, 'Aku alan bersedelcah", bagaimana waktu sedekah selarangini?"Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu, 40
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan. 41
Aku bersumpah dengan tempat terbit matahari, bulan, dan planet-planet juga tempat tenggelamnya di setiap hari dari hari-hari dalam setahun, bahwa Kami akan menciptakan makhluk yang lebih baik daripada mereka, lebih taat kepada Allah daripada orang yang sezaman mereka. Kami binasakan mereka dan tidak ada yang mengalahkan Kami. Kami tidak bisa dikalahkan iika Kami menghendaki hal itu. Kami melakukan apa yang Kami inginkan, tetapi keinginan dan kebijaksanaan Kami menghendaki Kami menangguhkan penyiksaan mereka.
Ini dalil mengenai kesempurnaan kekuasaan Allah untuk mencipakan dan meniadakan dengan ditegaskan dengan sumpah dan bahwasanya tidak ada sesuatu pun dari yang mungkin, mampu mengalahkannya. Ini adalah penghinaan )xang keras pada mereka, peringatan atas kontradil<si ucapan mereka. Di mana mereka mengingkari kebangkian, kemudian berharap masuk surga. Mereka mengakui bahwa Allah Pencipta langit dan bumi dan menciptakan mereka dari barang yang mereka ketahui, kemudian mereka tidak mengimani bahwa Allah berkuasa menciptakan mereka lagi.
Kdmudian, Allah memerintahkan rasulNya agar berpaling dari mereka sampai hari kebangkitan sebagai penambah ancaman itu. Allah berfirman,
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, 42
biarkanlah mereka berbicara dalam kebatilan mereka, bermain-main di dunia merek4 membangkang dan mendustakan, mengufu ri dan mengingkari hari kebangkitan, sampai mereka menjumpai hari Kiamat dan kegentingan-kegentingan yang ada di dalamnya. Lalu, mereka mencicipi akibat kehancurannya. Mereka dibalas sesuai dengan apa,rang mereka kerjakan.
Di antara keadaan-keadaan mereka pada hari ini adalah,
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), 43
Ingatlah hari di mana mereka bangkit dari kubur karena seruan Tuhan Yang Maha Esa untuk menuju ke tempat hisab, sembari bergegas, berebutan, seperti mereka -dalam bergegas ke tempat itu- di dunia berlarilari atau bersegera menuju ke sesuatu yang ditancapkan, bendera atau panji. Yang dimaksud dengan nushub adalah segala sesuatu yang ditancapkan, lalu disembah sebagai sembahan selain Allah. Firman-Nya ) يُّوْفِضُوْنَۙ artinya bergegas dan berlomba-lomba menuju ke situ.
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. 44
Pandangan-pandangan mereka hina dan hancur. Mereka ditutupi oleh kehinaan yang dahsyat karena kegentingan siksa yang menghadang mereka sebagai imbalan kesombongan mereka untuk taat di dunia. Itu adalah hari yang mencakup kegentingankegentingan yang besax, yaitu hari yang mana mereka diancam oleh Allah, diperingkatkan dengan keras. Mereka akan menemuinya. Mereka selalu mendustakannya. Seandainya mereka mengimaninya, mereka akan selamat dari siksa.
Hari Kiamat itu diungkapkan dengan bentuk madhi (masa lampau) karena apa yang dijanjikan oleh Allah akan datang dengan pasti.
Mufradaat Lu€hawffiah
قِبَلَكَ sekitarmu, arahmu. مُهْطِعِيْنَۙ bersegera, memandang lama sekali ke arahmu. عِزِيْنَ adalah kelompok-kelompok yang tersebar-seba[ berkelompok, jamak dari kata (عزة). Asalnya adalah (عزوة) dari kata العزو. Seakan-akan setiap kelompok merasa agung dan berafiliasi pada selain kelompok yang dibanggakan oleh yang lain. Kelompok itu mandiri dengan pendapat sendiri. Kata عِزِيْنَ adalah termasuk kata manqusft (huruf ketiganya/lam f il dibuang) yang boleh dijamakkan dengan wawu dan nun sebagai ganti dari kata yang dibuang, seperti kata عضين.
اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ sebagai bentuk pengingkaian pada ucapan mereka, "Kalau apa yang diucapkan oleh Muhammad benax, kami di surga pasti lebih utama daripada mereka sebagaimana keadaan di dunia." Kata كَلَّاۗ adalah sanggahan keras kepada mereka karena tamak pada surga.اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ Kami menciptakan mereka dan orang-orang selain mereka dari tetesan air mani yang hina. Barangsiapa yang tidak menyempurnakan dirinya dengan iman dan ketaatan, tidak berakhlak dengan akhlak para malaikat, dia tidak berhak masuk surga.
فَلَآ اُقْسِمُ Aku bersumpah, sedang (لَآ) adalah zaidah (tambahan). بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغٰرِبِ matahari, bulan dan semua planet-planet, عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ Kami membinasakan mereka lalu mendatangkan dengan makhluk yang lebih baik daripada mereka, atau Kami mendatangkan pengganti mereka. بِمَسْبُوْقِيْنَ lemah atau kalah. (فذرهم) tinggalkanlah mereka.
يَخُوْضُوْا mereka berbicara mengenai kebatilan mereka. وَيَلْعَبُوْا bermain-main di dunia mereka. حَتّٰى يُلٰقُوْا sampai mereka menjumpai. الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ. apa yang mereka dijanjikan pada hari itu, yaitu siksa.
الْاَجْدَاثِ adalah kuburan-kuburan, jamak dari سراعا. جدث Bergegas ke padang mahsan jamak dari kata سريع. fata نُصُبٍ adalah jamak dari نصب. انصاب adalah segala sesuatu yang ditancapkan. Seperti bendera atau panji. Yang dimalsud di sini adalah apa yang ditancapkan untuk disembah. يُّوْفِضُوْنَۙ mereka bergegas. خَاشِعَةً hina, hancur. تَرْهَقُهُمْ mereka ditutupi. ذٰلِكَ الْيَوْمُ hari Kiamat.
Balaaghah
Kalimat اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ aaatah istifhaam inkaari fbentuk peranyaan pengingkaran), untuk mencaci dan menghina dengan menyakitkan.
كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ adalah kinayah d,ari air mani, dengan pengungkapan yang bersih dan peringatan yang bagus.
كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ tarybih mursal muimal. Dalam tarybih ini ada pengejekan kepada mereka, sindirian kerendahan akal mereka dan pembodohan terhadap mereka karena beribadah kepada selain Allah.
Qlraa'aat
نُصُبٍ Hafsh dan Ibnu Amir membaca نُصُبٍ sedang ulama lain membaca نَصْبٍ.
l'raab
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut
1. AllahSWTmengingkariorang-orangkafir di sekitar Nabi karena mereka bergegas menuju kekafiran dan mendustakan risalah Nabi serta mengejeknya. Bagaimana mereka bergegas menuju Nabi dan duduk di sekitarnya sementara mereka tidak mengamalkan perintahperintahnya? Mereka tampak di sisi kanan dan sisi kiri Nabi berkelompokkelompok, bergerombol terpencar.
2. Kemudian Allah mengingkari mereka karena kontradiksi ucapan dan sikap mereka. Mereka mendustakan risalah Nabi saw., menghina para sahabatnya, mengingkari hari kebangkitan, kemudian berkata, "fika mereka masuk surga, kita akan masuk ke surga itu sebelum mereka. fika mereka diberi satu bagian dari surga, kita akan diberikan yang lebih banyak," Lalu Allah membalas mereka dengan firman-Nya,
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan? 38
Mereka mengingkari hari kebangkitan. Bagaimana mereka menginginkan masuk surga?
3. Allah membuat mereka putus asa untuk masuk surga. Dia mengabarkan bahwa mereka tidak akan masuk ke dalamnya karena kesombongan mereka. Mereka mengetahui bahwa mereka diciptakan dari setetes air mani kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging sebagaimana Dia menciptakan jenis mereka yang lain. Mereka tidak pantas untuk sombong. Mereka tidak mempunyai keutamaan yang menyebabkan mereka berhak masuk surga. Surga bisa diraih dengan keimanan, amal saleh, dan rahmatAllah. Diriwayatkan bahwa Mutharraf bin Abdullah bin asy-Syakhir melihat AlMahlab bin Abi Shafrah bersikap sombong dengan memakai selendang dari sutra dan jubah dari sutra. Lalu Mutharraf berkata kepadanya, "Wahai hamba Allah, apa-apaan dengan gaya berjalan yang dimurkai Allah?" Lalu al-Mahlab berkata, 'Apakah kamu mengetahuiku? Al-Mahlab berkata, "Ya, mula-mula kamu adalah air mani yang rusah akhirnya kamu menjadi bangkai yang kotor. Di antara itu kamu membawa kotoran." Lalu, al-Mahlab pergi dan tidak berjalan dengan bergaya.
4. Allah bersumpah untuk membuktikan hari kebangkitan dan menyanggah orang-orang musyrik yang mengingkarinya dengan tempat-tempat terbit maAhari dan tempattempat terbenamnya. Dia Mahaliuasa unhrk membinasakan mereka dan menghilangkan mereka lalu mendatangkan yang lebih baik dari mereka dalam keutamaan, ketaatan'dan kekayaan. Tidak ada yang tertinggal dari-Nya, tidak ada sesuatu yang mengalahkan-Nya jika Dia menghendaki. Pergantian ini tidak terjadi.Dia hanya mengancam kaum dengan hal itu supaya mereka beriman.
5. Allah mengancam orang-orang musyrik dan mengancam mereka dengan siksa pada hari Kiamat, sembari memerintah Nabi-Nya agar membiarkan mereka tenggelam dalam kebatilan mereka, bermain dengan dunia mereka dalam bentuk ancaman. Hendaklah Nabi sibuk dengan apa yang diperintahkan untuknya, tidak perlu mempedulikan kemusyrikan mereka. Pada suatu hari, mereka akan menjumpai apa diianjikan kepada mereka.
6. Allah menyifati keadaan orang-orang musyrik pada hari kebangkitan bahwa mereka ketika mendengar teriakan untuk menyambut Yang Memanggil, maka mereka segera keluar dari kubun sebagaimana mereka di dunia bergegas dan berlomba-lomba menuiu nushub, yakni segala sesuatu yang ditancapkan lalu diiadikan sembahan selain Allah. Allah juga menyifati mereka bahwa pandangan-pandangan mereka meniadi hina dan tertunduk. Mereka tidak mengangkatnya karena mereka menunggu siksa Allah. Mereka ditutupi kehinaan dan kenistaan.
7. Sesungguhnya hari itu, yakni hari Kiamat yang di dalamnya orang-orang kafir mempunyai sifat seperti itu, adalah hari yang mana mereka telah diancam di dunia bahwa mereka mendapatkan siksa. Ancaman Allah pasti terjadi.
0 comments:
Posting Komentar