DAKWAH APOLOGET ISLAM

AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR

Rabu, 26 Maret 2025

MISTERI ANGKA 19

Keajaiban Angka 19 dalam Al-Qur'an
Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Al-Qur'an sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Al-Qur'an tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.
Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ ayat-ayat dalam Al-Qur'an Surat Al-Mudatsir serba berkelipatan angka 19.
Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada Al-Qur'an Al-Mudatsir surat ke-74 ayat : 30-31,
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London. Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :
1. Kita mengetahui bahwa setiap surat-surat dalam Al-Qur'an selalu diawali
dengan bacaan "Basmalah" sebagai statement pembuka, yaitu
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ternyata bacaan "Basmalah" tersebut (dalam bahasa Arabnya) terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ).
2. Bacaan "Basmalah" terdiri dari kelompok kata : Ismi Allah Arrahman Arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Al-Qur'an ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.
a. Jumlah kata "Ismi" dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 19 buah (atau 19 X 1)
b. Jumlah kata "Allah" dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 2.698 buah (atau 19 X 142)
c. Jumlah kata "Arrahman" dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 57 buah (atau 19 X 3)
d. Jumlah kata "Arrahim" dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6)
Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).
3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Al-Qur'an sebanyak 114 surat (atau 19 X 6).
4. Bacaan "Basmalah" dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat At-Taubah (9), sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat An-Naml (27) ayat : 30.
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
Berbeda dengan surat-surat lain, surat At-Taubah (9) memang khusus sengaja tidak diawali bacaan "Basmalah" karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam Surat At-Taubah (9) ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat An-Naml (27) terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu
Balqis oleh Sulaiman. Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat An-Naml (27) ayat : 30Berikut terjemahan surat At-Taubah (9) ayat 3 :
وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,
Terjemahan surat An-Naml (27) ayat: 29-31:
قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْٓ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ
Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
5. Pada surat An-Naml (27) ayat : 30 
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
tempat ditemukannya bacaan "Basmalah", kalau bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan hasilnya merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 27 + 30 = 57 (atau 19 X 3).
6. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat At-Taubah (9) dan An-Naml (27). Surat An-Naml (27) ternyata merupakan surat Maryam (19) jika dihitung dari surat At-Taubah (9).
========== surat ke : 9, 10, 11, 12, ., 25, 26, 27
======urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ., 17, 18, 19.
7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat At-Taubah (9) s/d An-Naml (27), (9+10+11+12+...+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 X 18 ).
8. Wahyu pertama (Surat Al-'Alaq (96) ayat : 1-5
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1) dan 76 huruf (atau 19 X 4)
9. Wahyu kedua (Surat Al-Qolam (68) ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata (atau 19 X 2).
10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3 ).
11. Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1).
12. Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112)
13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1) dan 304 huruf (atau 19 X 16). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran.
======== surat ke : 114, 113, 112, 111, ., 98, 97, 96
====urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ..... , 17, 18, 19.
Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : "Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang".
14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111++98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105).
15. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 ayat : 19 (atau 19 X 1).
16. Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari
3 (tiga) buah surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :
= surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat
= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari:11 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan: 8 + 11 = 19, (atau 19 X 1)
== surat ke: 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari : 3 ayat
== surat ke: 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari : 19 ayat
== surat ke: 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari : 29 ayat
== surat ke: 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari : 30 ayat
== surat ke: 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari : 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan: 3+19+29+30+52 =133,(atau 19X7).
17. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab "Muqatta-'aat" yang artinya "kata singkatan". Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf "Muqatta-'aat".
Ke-14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra', kaf, ha, ya, ain, shad, tha, shin, qaf, nun, dan kha.
Ke-14 macam kombinasi huruf adalah:
1. Alif, lam, mim 8. Nun
2. Kha, mim 9. Kaf, kha, ya, ain, shod
3. Alif, lam, ro 10. Alif, lam, mim, shod
4. Alif, lam, mim, ro 11. Shod
5. Tho, sin 12. Qof
6. Tho, sin, mim 13. Ain, sin, qof
7. Ya, sin 14. Tho, ha
Ke-29 surat-surat adalah:
surat ke: 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68.
Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14 + 14 + 29 = 57 (atau 19 X 3).
Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat "mutasyaabihaat", ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam Quran.
Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf "Muqatta-'aat" tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian/ keautentikan Quran karena berhubungan dengan angka 19, perhatikan demonstrasi berikut :
18. Surat ke-68 diawali huruf "Nun". Setelah diteliti jumlah huruf "Nun" yang terdapat pada surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke "Jumlah huruf Nun" kelipatan 19
68 133 19 X 7
Berikut terjemahan surat ke-68 ayat 2-6 : "Nun. Berkat kemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila."
19. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf "Qof". Setelah diteliti huruf "Qof" yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19 X 6 ). Ada yang berpendapat bahwa huruf "Qof" ini singkatan dari kata "Quran" karena Quran terdiri dari 114 surat.
Surat ke Jumlah huruf "Qof" kelipatan 19
42 57 19 X 3
50 57 19 X 3
=114 (19 X 6)
Hal lain yang mengherankan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat "Qaumu Luuth" yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Quran, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi "Ikhwanu Luuth" yang artinya "Saudara-saudaranya Nabi Luuth". Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur "Qof" dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf "Qof" dalam Quran tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya bertambah menjadi 115.
Berikut terjemahan surat ke-50 ayat: 1-2 : "Qoof, demi Al Quran yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir : "Ini sesuatu perkara yang amat aneh"."
20. Surat ke-42 diawali huruf "Ain", "Sin", dan "Qof". Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Ain" "Sin" "Qof" total kelipatan 19
42 98 + 54 + 57 = 209 19 X 11
21. Surat ke-36 diawali huruf "Ya", dan "Sin". Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Ya" "Sin" total kelipatan 19
36 237 + 48 = 285 19 X 15
22. Surat ke-13 diawali huruf "Alif", "Lam", "Mim", dan "Ro". Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Alif" "Lam" "Mim" "Ro" total kelipatan 19
13 605 + 480 + 260 + 137 = 1482 19 X 78
23. Surat ke-7 diawali huruf "Alif", "Lam", "Mim", dan "Shod". Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Alif" "Lam" "Mim" "Shod" total kelipatan 19
7 2529 + 1530 + 1164 + 97 = 5320 19 X 280
24. Surat ke-19 diawali huruf "Kaf", "Kha", "Ya", "Ain", dan "Shod". Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Kaf" "Kha" "Ya" " Ain" "Shod" total kelipatan 19
19 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798 19 X 42
25. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf "Shod". Total jumlah huruf "Shod" dalam ketiga surat tersebut ternyata merupakan kelipatan 19.
Surat ke "Shod"
7 97
19 26
38 29
= 152 (19 X 8)
Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata "basthatan" (jika dieja terdiri dari huruf ba, shod, tho, ta). Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba, sin, tho, ta (contohnya pada surat ke-2 ayat 247).
Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata "basthatan" dengan huruf shod, namun unsur huruf "shod" itu tetap harus dibaca sebagai huruf "sin", dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf "shod". Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf "shod" agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.
Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69 : "Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu ? Dan ingatlah ketika Allah menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu."
26. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf "Kha" dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke huruf Kha huruf Mim
40 64 380
41 48 276
42 53 300
43 44 324
44 16 150
45 31 200
46 36 225
292 + 1855 = 2147 (atau 19 X 113)
27. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf Alif, Lam, dan Ro. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Alif" "Lam" "Ro" total kelipatan 19
10 1319 + 913 + 257 = 2489 19 X 131
11 1370 + 794 + 325 = 2489 19 X 131
12 1306 + 812 + 257 = 2375 19 X 125
14 585 + 452 + 160 = 1197 19 X 63
15 493 + 323 + 96 = 912 19 X 48
28. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf Alif, Lam, dan Mim. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke: "Alif" "Lam" "Ro" total kelipatan 19
2 4502 + 3202 + 2195 = 9899 19 X 521
3 2521 + 1892 + 1249 = 5662 19 X 298
29 774 + 554 + 344 = 1672 19 X 88
30 544 + 393 + 317 = 1254 19 X 66
31 347 + 297 + 173 = 817 19 X 43
32 257 + 155 + 158 = 570 19 X 30
29. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha, ya, ain, dan shod. Surat ke-20 diawali huruf tho dan ha. Surat ke-26 diawali huruf tho, sin, dan mim. Surat ke-27 diawali huruf tho dan sin Surat ke-28 diawali huruf tho, sin, dan mim. Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik berikut ini :
Surat ke: "Ha" "Tho" "Sin" "Mim"
19 175 --- --- ---
20 251 28 --- ---
26 --- 33 94 484
27 --- 27 94 ---
28 --- 19 102 460
jumlah 426 + 107 + 290 + 944 = 1767 (19 X 93)
Data pada point 29 di atas dapat dijelaskan dalam Ilmu Matematika. Kumpulan huruf-huruf yang memulai kelima surat di atas adalah himpunan yang anggota-anggotanya adalah huruf-huruf yang bersangkutan. Pada kolom pertama adalah irisan himpunan 1 dan 2 yang adalah huruf 'Ha' pada surat ke-19 dan 20; yaitu 175+251=426. Pada kolom kedua adalah 28+33+27+19 yang merupakan irisan empat himpunan; yaitu himpunan 1 iris, himpunan 2 iris, himpunan 3 iris, himpunan 4 iris, himpunan 5 iris; yang adalah himpunan dengan anggota huruf Tho'. Lebih lanjut kolom ketiga adalah irisan himpunan 3 dan 5 dikurangi himpunan 4; yaitu himpunan dengan anggota huruf 'Mim'. Hal di atas ini merupakan suatu kenyataan bahwa Quran perlu dilihat dengan kaca mata orang-orang eksak, karena tak mungkin diungkap oleh seorang sastrawan.
Lebih jauh tentang keistimewaan Angka 19 :
1. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu Bilangan Prima yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat:3).
2. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni 'Maha Awal dan Maha Akhir' (Surat ke-57 ayat:3).
3. Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang 'Maha Esa' (surat ke-112 ayat:1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu 'Maha Besar'.
4. Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.
5. Dalam buku "Atlas Anatomi" yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia yaitu : tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.
6. Pada point 5, juga ditemukan hal yang menarik, alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-masing tapak tangan/ kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan). Dan tahukah anda, bila bentuk ruas-ruas tapak tangan/ kaki kita menyerupai bentuk kata Allah (dalam Bahasa Arab) ?
Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatarbelakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Illahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya.
Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran. Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan. Demikianlah seluruh isi Quran seutuhnya akan tetap asli hingga di akhir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya. Wallahu a'lam bissawab.
Sebagai bahan renungan saya cuplikkan beberapa ayat di bawah ini :
Surat ke-15 ayat 9 : "Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang tetap menjaganya"
Surat ke 41 ayat 42 : "Yang tidak datang kepadanya (Quran) kesalahan/ kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji."
Surat ke-86 ayat 13 : "Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dengan yang salah."
Surat ke-18 ayat 27 : "Dan bacakanlah apa yang diwahtukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Quran). Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya." []

AL-QUR'AN SECARA STATISTIK

1. Kata Malaikat terulang sama seperti kata Syaitan sebanyak 88 kali. begitu juga dengan kata yang menunjuk utusan Allah SWT, baik itu Rasul, atau Nabi, atau Basyir (pembawa berita gembira), maupun Nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini sama dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yaitu sebanyak 518 kali.
2. Kata al-hayah (kehidupan) terulang sama seperti kata antonimnya yaitu al-mawt (kematian), sebanyak 145 kali.
3. Kata akhirat terulang sama seperti kata dunia sebanyak 115 kali.
4. Kekufuran terulang sama seperti keimanan, sebanyak 25 kali.
5. Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”. Penjelasan ini diulangi juga sebanyak tujuh kali, yaitu di dalam surat al-Baqarah: 29, al-Isra’: 44, al-Mu’minun: 86, Fushshilat: 12, al-Thalaq: 12, al-Mulk: 3, dan Nuh: 15.
6. Kata dingin (al-bard) dan panas (al-harr) masing-masing terulang sebanyak 4 kali.
7. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjuk dampaknya yaitu ridha (kepuasan), masing-masing 73 kali. Pun sebaliknya, kata bukhl (kikir) sama dengan akibatnya yaitu hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali.
8. Kata yaum (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sementara kata hari yang berbentuk plural (ayyaam) atau dua (yaumaini), jumlah keseluruhannya hanya 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Begitu juga dengan kata yang berarti bulan (syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun (untuk maklumat lebih detailnya, (silakan lihat Abdurrazaq Naufal, al-I‘jaz al-‘Adadi li Al-Qur’an al-Karim, 1987, ed.V).
9. Seringkali di dalam al-Qur’an ditemukan kata syams (matahari) yang selalu digandengkan dengan kata dhiya’ (sinar atau cahaya), dan qamar (bulan) digandengkan dengan kata nur (cahaya), lihat QS Yunus [10]: 5. Arti keduanya walaupun mempunyai kesamaan, akan tetapi pada hakikatnya keduanya berbeda. Kata dhiya’ yang digandengkan dengan matahari, sebab matahari mempunyai atau cahayanya berasal dari dirinya sendiri. Sementara nur yang digandengkan dengan qamar (bulan), dikarenakan cahaya bulan merupakan pantulan dari cahaya matahari, (lihat Tafsir al-Baydhawi (w.951 H), 1998, v.1, 185). Fenomena saintifik seperti ini telah dibuktikan oleh al-Qur’an selama ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum manusia mengenal teknologi yang canggih seperti sekarang sekalipun.
10. Seringkali ditemukan di dalam al-Qur’an kata zulumat (kegelapan) menggunakan bentuk jamak (plural), sedangkan antonim dari kegelapan yaitu nur (cahaya/kebenaran) menggunakan bentuk tunggal (diantara ayat yang menyatakan demikian, lihat QS al-Ahzab: 43; al-Hadid, 9). Kata zulumat (kegelapan) digunakan dalam bentuk jamak (plural), sebab sumber kegelapan itu bermacam-macam, boleh jadi berasal dari kebodohan, kesesatan, kekufuran, kebatilan, hawa nafsu, kesalahan, dosa dan lain sebagainya. Sedangkan nur menggunakan bentuk tunggal, dikarenakan sumber cahaya/ kebenaran, hanya berasal dari sumber yang satu, yaitu Allah SWT (lihat tafsir Ibn Kathir (w.774 H), 1999, v.6, 426; v.8, 10-11)
11. Seringkali ditemukan di dalam al-Qur’an, ketika Allah SWT menggunakan kata ja’ala (menjadikan), pasti di dalamnya terkandung banyak sekali manfaat bagi manusia dan seluruh makhluk-Nya yang ada di muka bumi ini. Seperti firman Allah SWT, ”Allah menjadikan bumi sebagai hamparan (mihada)” (QS al-Naba’ [78]: 6).
Manfaat dari bumi yang dihamparkan diantaranya adalah Allah menjadikan bumi sebagai tempat yang siap untuk dipakai, untuk dihuni, dihamparkan seluas-luasnya dan teratur. Dan pula, bumi dijadikan tempat untuk istirahat dan tempat tidur. “Gunung-gunung sebagai pasak (awtada)” (QS al-Naba’: 7). Manfaat dari gunung dijadikan sebagai pasak di antaranya adalah untuk menahan bumi supaya menjadi kokoh. Gunung juga mempunyai fungsi penting dalam menjaga kestabilan kerak bumi, dan dapat mencegah goyahnya tanah. “Allah menjadikan tidurmu untuk istirahat” (QS al-Naba’: 9). Manfaat dari tidur di antaranya adalah dapat mengembalikan kondisi fisik dan metabolisme yang terjadi selama beraktifitas.
Pada saat tidur, sel otak akan mengalami proses penguatan dan ingatannya akan menjadi bertambah kuat. Fisik akan menjadi fresh dan penat akan hilang. “Dan siang dijadikan untuk mencari penghidupan” (QS al-Naba’: 11). Maksudnya pada siang hari manusia dapat mencari rejeki atau nafkah baik berupa makanan, minuman maupun uang dll.
12. Begitu juga di tempat yang lain dalam surat al-Rum [30]: 21, Allah SWT berfirman, “Dijadikan-Nya diantaramu (suami dan istri) rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).” Ayat ini mengindikasikan bahwa manfaat dari sebuah pernikahan adalah dapat menumbuhkan kedekatan hati, cinta dan kasih sayang antara suami dan istri. Dapat merasakan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman. Pernikahan juga dapat memperbanyak jumlah kaum Muslimin berupa keturunan (Imam al-Qurthubi (w.671 H), Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an, 1964, v.16, 300). Di antara manfaat dari sebuah pernikahan juga adalah dapat menjaga nasab, menundukkkan pandangan keduanya, menjaga kemaluan, dan lain sebagainya

Senin, 24 Maret 2025

Sabtu, 22 Maret 2025

SYORGA, BIDADARI DAN PESUNDAL

Matius 5:19

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat c  sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga 1 .

https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Mat&chapter=5&verse=19

GAGALNYA KONSEP KETUHANAN YESUS

2 Raja-raja 8:5

Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan d  anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: "Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa."

https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=2Raj&chapter=8&verse=5

Yohanes 11:41
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas n  dan berkata: "Bapa, o  Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=yohanes&chapter=11&verse=41

Kamis, 20 Maret 2025

MU'JIZAT PARA NABI DAN ROSUL

Mu'jizat 25 Nama Nabi dan Rasul
Berikut ini adalah 25 nama nabi beserta mukjizatnya: 
1. Nabi Adam AS
Mukjizat Nabi Adam AS: Menjadi khalifah pertama, memiliki umur panjang, dan tinggi 60 hasta.2. 
2. Nabi Idris AS
Mukjizat Nabi Idris AS: Nabi yang pertama kali menulis dan membaca.
3. Nabi Nuh AS
Mukjizat Nabi Nuh AS: Membuat kapal besar untuk menyelamatkan umatnya dari banjir besar.
4. Nabi Hud AS
Mukjizat Nabi Hud AS: Terhindar dari azab yang menghancurkan kaum 'Ad.
5. Nabi Shaleh AS
Mukjizat Nabi Shaleh AS: Unta betina yang keluar dari batu besar.
6. Nabi Ibrahim AS
Mukjizat Nabi Ibrahim AS: Tidak terbakar saat dilemparkan ke dalam api.
Nabi Luth AS
7. Mukjizat Nabi Luth AS: Terhindar dari azab yang menimpa kaum Sodom.
8. Nabi Ismail AS
Mukjizat Nabi Ismail AS: Mengeluarkan air zamzam dari bawah kakinya.
9. Nabi Ishaq AS
Mukjizat Nabi Ishaq AS: Meneruskan dakwah ayahnya, Nabi Ibrahim AS, di wilayah Kanaan. 10. Nabi Yaqub AS
Mukjizat Nabi Yaqub AS: Memiliki 12 anak yang menjadi pemimpin suku Bani Israil.
11. Nabi Yusuf AS
Mukjizat Nabi Yusuf AS: Mampu menafsirkan mimpi dan selamat dari sumur.
12. Nabi Ayub AS
Mukjizat Nabi Ayub AS: Sabar dalam menghadapi penyakit dan kesulitan.
13. Nabi Syu'aib AS Mukjizat Nabi Syu'aib AS: Terhindar dari azab yang menghancurkan kaum Madyan.
14. Nabi Musa AS
Mukjizat Nabi Musa AS: Membelah Laut Merah dan tongkatnya berubah menjadi ular besar. 15. Nabi Harun AS
Mukjizat Nabi Harun AS: Mendampingi Nabi Musa AS dalam dakwahnya dan memiliki kefasihan bicara.
16. Nabi Dzulkifli AS
Mukjizat Nabi Dzulkifli AS: Sabar dan adil dalam memimpin.
17. Nabi Daud AS Mukjizat Nabi Daud AS: Melembutkan besi dan memiliki suara merdu.
18. Nabi Sulaiman AS
Mukjizat Nabi Sulaiman AS: Menguasai jin dan angin, serta berbicara dengan hewan.
19. Nabi Ilyas AS
Mukjizat Nabi Ilyas AS: Menghidupkan orang mati dan terhindar dari kematian saat diselamatkan oleh Allah.
20. Nabi Ilyasa AS Mukjizat Ilyasa AS: Menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan kembali orang mati.
21. Nabi Yunus AS
Mukjizat Nabi Yunus AS: Selamat dari perut ikan paus.
22. Nabi Zakaria AS
Mukjizat Nabi Zakaria AS: Memiliki anak di usia tua.
23. Nabi Yahya AS
Mukjizat Nabi Yahya AS: Menghidupkan burung dari tanah liat dan diberi hikmah sejak kecil. 24. Nabi Isa AS
Mukjizat Nabi Isa AS: Menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra, dan membuat burung dari tanah liat.
25. Nabi Muhammad SAW
Mukjizat Nabi Muhammad SAW: Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar, perjalanan Isra Mi'raj, membelah bulan.

Selasa, 18 Maret 2025

HIDAYAH

Hidayah dalam Islam terbagi menjadi beberapa macam, di antaranya:
1. Hidayah ilham
2. Hidayah hawas
3. Hidayah akal
4. Hidayah agama
5. Hidayah taufiq.
1. Hidayah ilham
Hidayah ilham adalah naluri atau insting yang dibawa sejak lahir
Hidayah ilham merupakan anugerah dari Allah kepada semua makhluk ciptaan-Nya
Contoh hidayah ilham adalah kemampuan lebah membangun sarang
2. Hidayah hawas
Hidayah hawas adalah hidayah panca indera
Hidayah hawas merupakan kemampuan indrawi yang membuat makhluk Allah mampu memberikan reaksi atas sebuah peristiwa
Contoh hidayah hawas adalah manusia senang ketika mendapatkan kebahagiaan dan sedih ketika mendapatkan musibah
3. Hidayah akal
Hidayah akal atau hidayah al-Aqli adalah hidayah yang diberikan khusus kepada manusia
Hidayah akal membuat manusia bisa berpikir untuk menemukan suatu ilmu
4. Hidayah agama
Hidayah agama atau hidayah al-Adyani adalah petunjuk agama yang berperan dalam kehidupan manusia
Hidayah agama diibaratkan seperti Standard Operating Procedure (SOP) untuk menjalani kehidupan
5. Hidayah taufiq
Hidayah taufiq adalah hidayah yang jauh lebih penting daripada hidayah agama
Tingkatan Hidayah
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada empat macam atau tingkatan hidayah :
1. Hidâyah ‘ammah (menyeluruh).
Hidayah ini meliputi semua makhluk hidup dengan jenisnya yang beragam.
2. Hidâyatul bayân wad dalâlah wat ta’rîf wal irsyâd
Hidâyatul bayân bisa dilakukan oleh siapa pun yang memiliki kemampuan menyampaikannya. Inilah yang dimaksud dalam firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala tentang Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus.”[asy-Syûrâ/42:52]
Setiap Muslim yang menyeru kepada kebaikan, ketaatan atau amal shaleh adalah seorang da’i kepada hidâyah. Selain itu hidayah ini juga dapat diperoleh dari kitab bacaan maupun kitab visual.
3. Hidâyatut taufîq wal ilhâm
Hidâyatut taufîq merupakan kekhususan Allâh Subhanahu wa Ta’ala , tidak ada yang memilikinya kecuali Allâh.[6] Ia memberikan hidayah ini kepada siapa yang Ia kehendaki tanpa ada campur tangan pihak lain sekalipun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Inilah yang terpahami dari firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala tehadap Nabi-Nya :
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
Bukan kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetepi Allâh-lah yang mrmberi petunjuk(memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-nya. [al-Baqarah/2:272]
Karena hati itu berada ditangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Ia dapat membolak-balikkannya sekehendak-Nya.
4. Hidayah untuk dapat masuk kedalam surga.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا
Dan mereka berkata: Segala puji bagi Allâh yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.” [al-A’râf/7:43].
Keempat tingkatan hidayah ini bertahap sifatnya. Seorang hamba yang belum mencapai tingkatan kedua tidak akan mendapatkan hidayah tingkatan yang ketiga. Untuk mencapai tingkatan hidayah keempat, ia harus melalui tingkatan yang kedua dan ketiga.

MATI SURI

Mati suri merupakan kondisi manusia yang dikira sudah mati, tetapi sejatinya belum. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan istilah Near Death Experience (NDE).Mati suri menurut Islam secara eksplisit memang tidak dibahas, termasuk ayat Alquran yang menjelaskan tentang mati suri. Hanya saja, ayat Alquran yang merupakan kitab suci universal bisa digali makna-maknanya untuk kemudian ditafsirkan oleh para mufasir.

AL-QUR'ANUL KARIM SURAT AZ-ZUMAR (39) AYAT  42

اِنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ

Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.

AL-QUR'ANUL KARIM SURAT ALI 'IMRON (3) AYAT  185

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.1`


HAQIQOT TUHAN

Keluaran 33:20

Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang m  Aku dapat hidup."

https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Kel&chapter=33&verse=20

1 Timotius 1:16
Tetapi justru karena itu aku dikasihani, f  agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. g  Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya h  kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. i 
Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; e  tetapi Anak Tunggal f  Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Minggu, 16 Maret 2025

JIN QORIN



Seseorang yang imannya kuat, kokoh dan terus teguh dalam Islam, maka akan sukar diganggu setan.
Sebagaimana yang terjadi pada ‘Umar bin Khottob. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada ‘Umar bin Khottob,
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَخَافُ مِنْكَ يَا عُمَرُ إِنِّى كُنْتُ جَالِسًا وَهِىَ تَضْرِبُ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَهِىَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عَلِىٌّ وَهِىَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عُثْمَانُ وَهِىَ تَضْرِبُ فَلَمَّا دَخَلْتَ أَنْتَ يَا عُمَرُ أَلْقَتِ الدُّفَّ
“Sesungguhnya setan benar-benar takut padamu wahai Umar. Tatkala aku duduk budak wanita itu memukul rebana, lalu masuk Abu Bakar, ‘Ali dan Utsman, dia masih memukul rebana, tatkala dirimu yang datang budak wanita itu melemparkan rebananya.” (HR. Tirmidzi no. 3690. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنِّى لأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ
“Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidzi no. 3691. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Juga beliau berkata pada ‘Umar,
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ قَطُّ سَالِكًا فَجًّا إِلاَّ سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, setan tidaklah menemuimu sama sekali ketika engkau melewati suatu jalan melainkan setan kala itu mencari jalan lain selain jalanmu.” (HR. Bukhari no. 3294).
Namun hal seperti di atas bukan hanya berlaku pada ‘Umar bin Khottob. Setiap orang yang kuat imannya, maka setan akan kerdil di hadapannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
إن المؤمن ينضي شيطانه كما ينضي أحدكم بعيره في السفر
“Sesungguhnya orang mukmin akan menundukkan setannya sebagaimana salah satu dari kalian menundukkan untanya ketika safar” (HR. Ahmad, Al Hakim, Ibnu Abid Dunya dalam Makayidisy Syaithon, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mendhoifkan hadits ini).
Jin qorin yang biasa menyertai manusia pun bisa tunduk, bahkan masuk Islam. Lihat hadits berikut.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ »
“Setiap orang akan ditemani oleh qorinnya dari jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Iya termasuk aku. Namun Allah telah membuat qorin tersebut untuk tunduk padakku, ia masuk Islam dan hanya memerintahkanku pada kebaikan.” (HR. Muslim no. 2814).

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Jin ternyata bergolong-golongan dan terpecah sebagaimana pada manusia. Ada di kalangan jin yang muslim, Yahudi dan Nashrani. Ada di kalangan mereka yang mukmin dan kafir. Ada di kalangan mereka juga Rafidhah (baca: Syi’ah).
Syaikh Umar Al Asyqor berkata, “Di antara jin itu ada yang istiqamah dan gemar melakukan amalan kebajikan dan ada yang tidak seperti itu. Ada yang tidak taat dan di antara mereka ada yang kafir. Yang kafir itulah yang lebih banyak.” (‘Alamul Jin wasy Syaithon, hal. 67)
Sebagaimana manusia, ada yang keshalihannya bertingkat-tingkat, kalangan jin juga demikian. Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin: 11).
Yang dimaksud di sini adalah ada di antara jin yang shalih, ada juga yang fasik, fajir (gemar melakukan dosa besar), ada pula yang kafir. Para jin itu ada beberapa golongan. Setiap golongan selalu bangga dengan golongan mereka masing-masing. Demikian kata Syaikh As Sa’di dalam Taisirul Karimir Rahman, hal. 891.
Sayyid bin Al Musayyib mengatakan bahwa jin itu ada yang muslim, ada yang Yahudi, ada yang Nashrani dan ada yang Majusi. Lihat Fathul Qadir karya Asy Syaukani, 5: 406
Dalam Zaadul Masiir (8: 380) dan Fathul Qadir (5: 406), disebutkan perkataan Al Hasan Al Bashri dan As Sudi, mereka menuturkan bahwa jin itu semisal kalian. Ada yang memiliki pemahaman Qadariyah, Murji’ah dan Rafidhah (baca: Syi’ah).
Balasan bagi jin yang beriman dan kafir disebutkan dalam ayat,
وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا (14) وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا (15)
“Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” (QS. Al Jin: 14-15).
Dalam ayat di atas diterangkan mengenai balasan bagi setiap golongan jin. Bagi yang menempuh jalan yang lurus akan mendapat balasan surga dan kenikmatan dalam surga. Sedangkan, bagi golongan yang menyimpang dari shirotol mustaqim (dari jalan yang lurus) akan menjadi kayu api bagi neraka Jahannam. Itulah balasan yang pantas untuk mereka, bukan sama sekali Allah bertindak zhalim. Lihat Taisirul Karimir Rahman, hal. 891.
Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 584), disebutkan bahwa yang dimaksud hathoba adalah sebagai wuqud, yaitu sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api.

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Fathul Qadir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, terbitan Darul Wafa’ dan Dar Ibnu Hazm, cetakan ketiga, tahun 1426 H.

Tafsir Al Jalalain, Jalaluddin As Suyuthi dan Jalaluddin Al Mahalli, terbitan Darus Salam, cetakan kedua, tahun 1422 H.

Zaadul Masiir fii ‘Ilmit Tafsiir, Ibnul Jauzi, terbitan Al Maktab Al Islami, cetakan ketiga, tahun 1404 H.